Apa Itu? Power to Weight Ratio

Bagi penyuka mobil sejati, setiap menyaksikan kendaraan tidak melulu berpatokan untuk desain eksterior atau interior saja. Namun, sisi performa tentu menjadi acuan, guna menilai mobil ini pantas dibilang canggih atau tidak.

Nah, performa mesin, memang tidak hanya disaksikan dari tenaga dan torsi, namun ada istilah power to weight ratio (PWR). Lalu, apa tersebut PWR?

Seperti disitat sekian banyak  sumber, power to weight ratio ialah pengukuran kinerja mesin secara keseluruhan.

Caranya, dengan membagi tenaga yang dikeluarkan dengan mutu kendaraan itu (Tk/kg). Singkatnya, ini guna menghitung rasio berat mobil terhadap tenaga.

Untuk diketahui, performa mobil ketika melaju tidak sepenuhnya bergantung pada mesin saja. Misalkan, terdapat dua mobil dengan tenaga yang sama, mobil yang memiliki mutu yang lebih ringan seringkali akan melaju lebih cepat dibanding mobil dengan mutu yang lebih berat.

Sebagai contoh, Toyota Fortuner dan Kijang Innova guna tipe diesel memakai mesin berkapasitas sama, yakni 2.400 cc. Dengan mesin tersebut, dua-duanya menghasilkan tenaga yang pun sama 149 ps. 

Namun, sebab Toyota Kijang Innova mempunyai mutu lebih enteng yakni 1.800 kg, sementara Toyota Fortuner menjangkau 2.000 kg, maka Toyota Kijang Innova dapat lebih cepat melaju sebab mempunyai PWR 0,082 ps/kg atau 82 ps/ton. 

Sementara Toyota Fortuner, mempunyai PWR 0,074 ps/kg atau 74 ps/ton. Dalam perhitungan PWR, semakin tinggi angkanya maka semakin baik. Namun, urusan ini wajar menilik Fortuner adalahSUV dengan bodi yang lebih bongsor sampai-sampai mempunyai mutu lebih berat dan menjadikannya lebih stabil.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.